Pembersihan Kaca Luar Gedung Beresiko

Bersih Kaca Luar Gedung

Bagi orang yang tidak terbiasa maka pembersihan kaca luar gedung penuh dengan resiko dan sangat berbahaya. Sehingga butuh pengalaman, keberanian dan alat-alat yang sangat aman/ safety. Mulai dari tali, gondola dan sebagainya perlu dilakukan pengecekan dengan cermat agar tidak terjadi resiko yang tidak diinginkan. Berikut ini ada cerita dari www.merdeka.com berkaitan dengan jasa pembersihan kaca luar gedung yang menantang.

Beginilah situasi di The City Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, saban hari. Karyawan lalu-lalang melewati pemeriksaan pintu pendeteksi logam yang dijaga satu atau dua petugas. Kendaraan keluar-masuk melewati pintu berpalang.   Maklum saja, di gedung setinggi 33 lantai terdapat banyak kantor.

Namun ada yang lain pada Kamis pagi pekan lalu. Tiga petugas kebersihan berseragam biru gelap sudah siap di samping kanan gedung. Lengkap dengan peralatan kerja mereka: perlengkapan keamanan dilengkapi pengait dan helm, sepatu boot, ember yang bisa menampung 15 liter air sabun, karet pembersih kaca, dan kain lap karet.

Hari itu mereka, termasuk Hasan, 42 tahun, akan menjalani tugas istimewa namun berbahaya, yakni membersihkan kaca gedung. Satu petugas lainnya sudah siaga di puncak gedung memantau cuaca dan pegangan tali gondola.

Pembersihan kaca luar TCT ini berlangsung hampir saban hari, kecuali gerimis atau gondola sedang dipakai untuk kerjaan lain. Hasan dan kawan-kawannya dikontrak empat bulan, Januari hingga April, untuk membersihkan kaca dalam dan luar gedung

Sebelum pengerjaan dimulai Hasan dan tiga kawannya mendapat arahan dari kepala regu, bagian mana yang mesti dibersihkan. Selepas itu, mereka berdoa bersama. “Bismillah aja,” kata Hasan kepada merdeka.com, Kamis (8/3).

Pekerjaan pun bergulir. Hasan naik bersama Rizki (berusia sekitar 26 tahun). Satu lagi menunggu di bawah, bertugas mengecek keadaan atau jika ada hal darurat. Perlahan-lahan gondola yang ditarik motor berkekuatan dua tenaga kuda merambat ke atas.

Hasan dan Rizki akan mengelap kaca di lantai 20-an dan ada 12 lantai yang harus dikerjakan. “Sudah siap?” tanya petugas di puncak gedung lewat Handy Talkie. “Siap, naikkan!” jawab Hasan lewat HT yang biasa disimpan di kantong kiri celana. Beruntung, saat itu cuaca cerah. Jangankan hujan, tugas itu harus dibatalkan jika gerimis datang.

Biasanya, pekerjaan itu selesai dalam enam jam. Bukan sekadar perlengkapan kerja yang dibawa, Hasan menyelipkan sebungkus rokok kretek di saku bajunya. Telepon seluler juga tak ketinggalan untuk berjaga-jaga jika baterai HT habis. Empat botol air kemasan ukuran 1,5 liter menemani buat mengusir dahaga.

Setelah 25-30 menit, keduanya tiba di lokasi. Lantas, gondola dirapatkan ke kaca gedung agar stabil. Mulailah tangan mereka bekerja. Hasan di sisi kanan dan Rizki di sebelah kiri gondola. Capek tangan kanan, ganti tangan kiri.

Tiap dua jam, keduanya beristirahat seperempat jam untuk melemaskan otot kaki. Waktu itu digunakan buat ngoborol sambil merokok dan minum. Kemudian mereka kembali sibuk mengenyahkan debu yang menempel dan membuat kaca berkilau diterpa cahaya matahari.

Sekitar pukul 2 siang, pekerjaan mereka beres. Gondola pun beringsut lamat-lamat ke bawah. Wajah Hasan dan Rizki kelihatan lega seolah baru turun dari langit dunia.

Leave a Comment